Beranda Tebing Tinggi Warga Bandar Sakti Harapkan Penegakan Hukum dan Prioritas Pembangunan

Warga Bandar Sakti Harapkan Penegakan Hukum dan Prioritas Pembangunan

5
BERBAGI
Kegiatan Reses Anggota DPRD Tebingtinggi.

Tebing Tinggi, SiantarKotaNews –  Tim Reses II DPRD Tebingtinggi dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yakni Kecamatan Rambutan dan Bajenis melakukan reses bertempat di aula Kantor Kelurahan Bandar Sakti, Jumat (24/6/2016).

Para anggota dewan yang mengikuti reses itu yakni Mhd Hari Hazli, Fahmi, Basarudin dan Edi Saputra. Reses ini diikuti warga  yang datang dari 6 lingkungan berjumlah kurang lebih 100 orang, termasuk dihadiri Lurah Bandar Sakti, M Harris.

Secara singkat Harris menjelaskan, kondisi geografis daerah yang dipimpinnya, jumlah warganya, termasuk perima bantuan beras pra sejahtera sebanyak 145 Kepala Keluarga (KK) dan stimulan perumahan dari Pemko Tebingtingi bagi 114 KK, serta bantuan pendidikan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

“Atas nama warga Bandar Sakti, kami siap mendukung gerakan pembangunan di Tebingtinggi, termasuk untuk mempertahankan kota adipura dengan bergotong royong setiap minggunya yang difokuskan di Pasar Sakti Jalan Bulian,” sebutnya.

Sementara Hari Hazli anggota dewan dari Partai Gerindra menyampaikan, Pemko Tebingtinggi dan DPRD terus berupaya melaksanakan pembangunan di segala bidang. “Sebagai anggota dewan meminta masukan dari masyarakat tentang hal-hal yang harus disikapi pemerintah untuk segera direalisasikan,” jelasnya.

Salah seorang warga Lingkungan III, Lian menyampaikan masukan agar penegakan hukum dalam hal ini Kepolisian wajib ekstra ketat mengingat kejahatan narkoba masih berjalan di tempat tinggalnya, tepatnya disekita Pasar Sakti dan minta ketegasan aparat penegak hukum. “Kami minta pembangunan yang telah dilaksanakan Pemko Tebingtinggi agar difungsikan sesegera mungkin, antara lain Jembatan Pasar Sakti,” paparnya.

Warga Lingkungan VI, Herli Juanda meminta agar anggaran dana untuk setiap kelurahan sebesar Rp 100 juta dikerjakan pihak kelurahan bukan pihak lain. Ini termasuk kios – kios di Pasar Sakti agar difungsikan.

Menanggapi hal ini, Hari menjelaskan, anggaran kelurahan sebesar Rp 100 juta merupakan multi fungsi dan dikelola masyarakat dipimpin lurah setempat. Mengenai pembangunan jembatan yang anggarannya telah ditampung di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016, Hari menuturkan, akan diupayakan selesai termasuk membuka akses jalan.

Sementara Fahmi menyarankan agar masalah narkoba perlu kekuatan bersama mencegahnya. Dia mengatakan, Pemko dan DPRD terus berkoordinasi dengan Polres Tebingtinggi, sehingga berharap agar laporkan segera kepada Polres atau Polsek terdekat.

Menyangkut kios di Pasar Sakti yang belum difungsikan, Edi Saputra menuturkan, DPRD meminta agar Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Tebingtinggi melakukan langkah koordinasi pada para pedagang untuk membuka kiosnya. “Bagi yang tidak membuka kiosnya atau tak sanggup berdagang akan digantikan dengan yang lain yakni warga Tebingtinggi,” jelasnya.(way/hetanews)

Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan: