Beranda Tapanuli Ini Penjelasan Brigjen Pol (Purn) Victor Simanjuntak Soal Prosedur Penangkapan

Ini Penjelasan Brigjen Pol (Purn) Victor Simanjuntak Soal Prosedur Penangkapan

4
BERBAGI
Brigjen Pol (Purn) Victor Simanjuntak. (foto : Lazuardy Fahmi)

Siantar, SiantarKota – Brigjen Pol (Purn) Victor Simanjuntak yang merupakan mantan penyidik Mabes Polri menjelaskan bagaimana prosedur penangkapan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian.

Dia menyebutkan penangkapan seseorang dengan laporan pengaduan harus melalui penyelidikan atau minimal dengan satu alat bukti. Hal itu dikatakanya ketika ditemui wartawan di Siantar Hotel, Jumat (24/6/2016).

Mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri ini menjelaskan, jika seseorang terduga tersangka dapat ditangkap jika memenuhi satu unsur alat bukti. “Seseorang ditangkap karena diduga adalah tersangka harus berdasarkan minimal satu alat bukti,” sebut Viktor.

Lanjutnya, polisi tidak dapat melakukan penangkapan jika tidak memiliki minimal satu alat bukti. Kalau berdasarkan laporan pengaduan, harus melalui penyelidikan. Kemudian dari penyelidikan itu ada ditemukan barang bukti, atau ketika melapor korban memberikan alat buktinya, nah itu bisa dilakukan,” sebutnya.

Ditanya apakah boleh dilakukan penangkapan tanpa adanya alat bukti, Viktor Simanjuntak dengan tegas mengatakan hal tersebut tidak boleh. “Oh itu tidak bisa dilakukan penangkapan, malah jika alat bukti tersebut tidak terbukti, 1 x  24 jam orang yang ditangkap tersebut harus dilepas jika alat buktinya tidak dapat membuktikan,” katanya.

Victor Simanjuntak mengatakan, berbeda dengan jika orang tersebut tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). “Berbeda kalau OTT, kan barang buktinya dan kejadiannya langsung didapat dari Tempat Kejadian Perkara (TKP),” jelasnya.

Sebelumnya sesuai pemberitaan hetanews, Polres Toba Samosir (Tobasa) melakukan penangkapan terhadap DPD LSM Lembaga Peduli Lingkungan Masyarakat (LPLM) , Herman Richardo Hutapea, Kamis (23/6/2016) atas tuduhan melakukan pemerasan terhadap salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Namun istri Herman, Natasya boru Siahaan menilai, penangkapan terhadap suaminya tidak beralasan. Sebab tudingan pemerasan tidak memiliki bukti yang konkrit dan dinilai merupakan jebakan terhadap suaminya.(tom/hetanews)

Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan: