Beranda Sumatera Utara Simalungun Pemkab Simalungun Belum Siap Hadapi MEA

Pemkab Simalungun Belum Siap Hadapi MEA

BAGIKAN
Kondisi akses jalan di Kabupaten Simalungun menuju Danau Toba. (foto : Bismar Siahaan)

Simalungun, SiantarKotaNews – Kabupaten Simalungun termasuk salah satu daerah sebagai destinasi wisata Danau Toba yang akan bertarung dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Namun terlihat seperti tidak serius dalam berbagai hal untuk lebih mematangkan dalam menghadapi MEA. Pasalnya, Pemkab Simalungun belum ada meminta perbaikan jalan utamamenuju daerah destinasi wisata Danau Toba.

Anggota DPRD Simalungun, Bona Uli Rajagukguk memberikan pernyataan terkait kurang sigapnya Pemkab Simalungun dalam menghadapi MEA tersebut.

Loading...

“Kalau memang Bupati Simalungun, JR Saragih siap dalam menghadapi MEA, seharusnya siap dalam menjalankan terutama untuk kawasan Danau Toba sebagai salah satu tempat destinasi wisata untuk menarik para wisatawan,” ucap Bona, Jumat (24/6/2016).

Anggota Komisi II itu menilai kurang kesiapan dari Pemkab Simalungun itu terlihat ketika melihat kondisi akses jalan menuju Danau Toba. “Ini mulai dari jalan lintas Sidamanik  – Parapat, Simpang Raya menuju Tigaras, seperti genagan sebuah kolam ikan,” paparnya.

Mengenai fasilitas umum merupakan sebagai tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) yang akan menangani hal tersebut, namun dalam rangka untuk memajukan kesiapan persaingan menghadapi MEA, seharus Pemkab Simalungun lebih getol untuk memintanya dengan melakukan kordinasi (dengan Pemprovsu).

“Memang betul untuk melakukan perbaikan jalan raya merupakan tanggung jawab dari Pemprovsu. Namun selama belum ada permintaan atau laporan pada Pemprovsu dari Bupati Simalungun mungkin jalan ke Danau Toba itu tak akan diperbaiki,” paparnya.

Bona Uli menuturkan, selain akses jalan, Bupati Simalungun juga harus mempersiapkan sektor tenaga kerja terampil, sumber pangan pokok, dan pendidikan.

MEA merupakan sebuah bentuk kerjasama yang dilakukan oleh pemimpin negara di seluruh Asia Tenggara dalam rangka era globalisasi ekonomi. Dalam pemberlakuan MEA itu nantinya dari seluruh negara di Asia Tenggara akan bersaing dalam memperebutkan tenaga kerja serta pasar bebas Asean dengan berbagai sektor, seperti wisata, pendidikan serta keterampilan. Setiap negara yang tergabung dalam MEA, merupakan sebuah bentuk untuk memajukan serta menambah sumber pendapatan negara atau daerah.

Simalungun merupakan daerah dengan sebuah letak dari sektor industri alam, serta menjadi tempat wisata bagi negara – negara di Asia Tenggara. Selain itu, Simalungun sebagai daerah yang cukup luas hingga membuat Sumber Daya Manusia (SDM) nantinya akan lebih mendapatkan persaingan dari negara – negara di Asia Tenggara.(mar/hetanews)

Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan:
loading...
Loading...