Beranda Sumatera Utara Siantar Jelang Lebaran, TPID Pematangsiantar Komit Tekan Laju Inflasi

Jelang Lebaran, TPID Pematangsiantar Komit Tekan Laju Inflasi

BAGIKAN
Rapat Koordinasi TPID pada Kamis (13/04/2017) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar

Siantar, SiantarKotaNews.id – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar akan terus meningkatkan koordinasi dalam rangka pelaksanaan program kerja tahun 2017. Untuk periode Mei bulan depan, TPID akan aktif mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, khususnya menjelang periode bulan Ramadhan dan Lebaran. Hal ini terungkap pada Rapat Koordinasi TPID, Kamis pagi (13/04/2017) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kaper BI) Pematangsiantar Jalan Adam Malik.

Rapat yang dipimpin Asisten Bidang Perekonomian, M. Akhir Harahap selaku Sekretaris TPID didampingi Kaper BI Pematangsiantar, Elly Tjan yang merupakan Wakil Ketua TPID Kota Pematangsiantar. Hadir dalam rapat ini segenap perwakilan dari SKPD terkait, BPS, Bulog dan PLN.

Rapat koordinasi bulanan ini diawali paparan dari Bank Indonesia Pematangsiantar dan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai kondisi inflasi Kota Pematangsiantar periode Maret, serta pemantauan harga hingga minggu kedua April 2017. Pada periode Maret lalu tekanan inflasi kota Pematangsiantar meningkat menjadi sebesar 0,17% (mtm) atau secara tahunan mencatat 4,72% (yoy).

Kondisi inflasi bulanan Kota Pematangsiantar berbeda kondisi Provinsi Sumatera Utara maupun nasional yang justru deflasi. Sumatera Utara terpantau deflasi sebesar 0,19% (mtm) atau secara tahunan inflasi 3,91% (yoy), sementara nasional mengalami deflasi pada besaran 0,02% (mtm) atau secara tahunan inflasi 3,61% (yoy).

Inflasi kota Pematangsiantar pada periode Maret 2017 terutama disebabkan peningkatan harga pada komoditas bawang merah, udang basah dencis, tarif listrik dan mie. Sementara berdasarkan pemantauan harga hingga minggu kedua April 2017, menunjukkan penurunan harga pada beberapa komoditas pangan strategis seperti daging ayam ras, bawang merah dan cabai merah. Kondisi ini diperkirakan dapat menahan laju inflasi bulan April.

Tekanan inflasi ke depan masih dibayangi peningkatan harga emas perhiasan dan dampak kebijakan pemerintah untuk melakukan penyesuaian tarif listrik secara bertahap, khususnya pencabutan subsidi listrik untuk pelanggan daya 900 VA dalam kategori mampu.

Sebagai upaya pengendalian inflasi, rapat koordinasi TPID kota Pematangsiantar periode ini menitikberatkan pada; Pemantauan harga dan pengkinian informasi pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) dilakukan secara rutin harian untuk memantau pergerakan harga. Kenaikan harga komoditas yang signifikan dalam dua minggu akan ditindaklanjuti untuk stabilisasi harga.

Pemantauan atas ketersediaan pasokan komoditas strategis, termasuk di antaranya beras dan LPG dilakukan secara berkala.Peningkatan produktivitas pertanian, diantaranya dengan menggunakan bibit unggul dan pengenalan teknologi budidaya pertanian. Komoditas strategis yang sering menjadi pemicu inflasi seperti cabai merah dan bawang merah akan menjadi prioritas program. Ketersediaan pasokan beras di gudang BULOG.

Usulan untuk perbaikan sarana irigasi Bahkora II yang berpotensi mengganggu ketersediaan pasokan beras telah ditindaklanjuti melalui forum Musrenbang pada Maret 2017. Program pengendalian inflasi yang belum dapat ditampung dalam anggaran tahun 2017 akan diusulkan dalam Rencana Kerja 2018 yang saat ini dalam proses penyusunan. (Red)

Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan:
loading...
Loading...