Beranda Sumatera Utara Siantar Bahaya! 33 Kg Bangkai Daging Sapi Beredar di Pasar Parluasan

Bahaya! 33 Kg Bangkai Daging Sapi Beredar di Pasar Parluasan

BAGIKAN
Daging bangkai yang disita Sat Pol PP Siantar.(@jurnalsiantar.net/Gunawan Purba)

Siantar, SiantarKotaNews – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kota Siantar dibantu Sat Pol PP, gelar “razia” untuk memeriksa kesehatan daging di pasaran, Jumat (17/6/2016). Kali ini razia dilakukan di Pasar Parluasa (Dwikora), Siantar Utara.

Hasil “razia” cukup membuat khawatir. Pasalnya, masih dua kios pedagang daging yang diperiksa, tim sudah menemukan 33 Kg daging sapi yang tidak layak untuk dikonsumsi. Sebab, daging itu berasal dari bangkei sapi.

Kabid Peternakan Distanak, Elis mengatakan, daging itu bersumber dari sapi yang sudah mati. Lalu sapi itu dipotong dan daging serta tulangnya diambil dan diedarkan di Pasar Dwikora, Kota Siantar.

Daging bangkai dimasukkan ke dalam mobil milik Dinas Pertanian.(@jurnalsiantar.net/Gunawan Purba)
Loading...

Sehingga Elis memastikan, selain pemotongan sapi itu tidak melalui rumah potong hewan (RPH), cara pemotongan juga melalui cara yang salah. Karena yang dipotong merupakan sapi yang sudah mati.

Tidak hanya itu, daging yang disita Distanak itu juga telah rusak, sehingga tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Disebutkan Elis, bangkai daging itu disita dari kios milik Ando 31 kilogram (Kg) dan dari Anto 2 Kg. Turut juga disita tulang sapi seberat 19 Kg.

Dijelaskan, pasca penyitaan, setelah berkordinasi dengan Sat Pol PP, daging itu-pun dimusnahkan. Dengan cara di bakar di RPH milik Distanak Siantar. “Sudah dimusnahkan, pasca dapat persetujuan dari Sat Pol PP,” katanya.

Ditanya tentang asal dari bangkei daging tersebut didapat dari man, Elis mengatakan, para pedagang itu tidak mau memberitahukannya. Pun begitu, Distanak katanya, akan melakukan penelusuran. Untuk mencari tahu sumber bangkei daging tersebut.

Kakan Sat Pol PP Kota Siantar, Julham Situmorang mengingatkan pedagang, agar tidak menjual daging yang tidak layak dikonsumsi. Serta diharapkan, agar memotongkan hewan melalui RPH. Jika itu tidak dilakukan, Sat Pol PP akan bertindak tegas. (GP/jurnalsiantar)

Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan:
loading...
Loading...