Beranda Sumatera Utara Medan Ini Video Detik-Detik Saat Plaza Ramayana Aksara Medan Terbakar

Ini Video Detik-Detik Saat Plaza Ramayana Aksara Medan Terbakar

BAGIKAN
Plaza Ramayana Aksara Medan Saat Terbakar

Medan, SiantarKotaNews – Seorang pedagang kain di lantai 2, Hermanto (45), yang pertama sekali mengetahui adanya kebakaran di antara kios sesama pedagang di sana.

Hermanto dan pedagang lain melihat kepulan asap hitam muncul dari salah satu kios pakaian di Blok 6 Lantai 2 yang tengah tutup alias pemiliknya sedang tak berjualan lantaran masih dalam suasana Lebaran.

“Saya lagi duduk di depan kios baju saya. Kemudian saya lihat, asap muncul dari kios Mak Eben yang sedang tutup. Lalu saya dan teman saya sesama pedagang berusaha mendobrak pintu kiosnya dan melihat kulkas yang berisi jualan minuman milik Mak Eben yang terbakar serta merembet di sekelilingnya. Saya sempat siram pakai botol aqua karena panik dan api sudah membesar,” kata Hermanto Selasa, (12/7/2016).

Api diduga keluar dari kulkas di kiosk arena terjadi korsleting listrik. “Dari kulkas itu apinya berasal. Enggak tahu kita kenapa bisa terbakar. Aku rasa korsleting listrik yang membakar kabel kulkas. Para pedagang lain langsung berkemas dan berlarian menyelamatkan barang masing-masing. Soalnya asap sudah banyak dan api mulai membesar,” jelasnya.

Hal serupa juga dikatakan beberapa pedagang pakaian di lantai dua. Mereka menduga bahwa api muncul akibat arus pendek listrik.

“Iya memang apinya dari kios Blok 6 itu. Saya tahu, kalau pemilik kios di Blok 6 itu punya kulkas dan jualan minuman juga selain jualan pakaian anak. Saya pun terkejut pas lagi jualan. Kami semua berlarian. Kami sudah hubungi pihak PD Pasar, tapi lama datangnya. Baru pertama kali ini sejak saya berjualan selama 8 tahun di situ,” kata Eka.

Kebakaran hebat terjadi di Plaza Ramayana Aksara Medan yang berada di Jalan Aksara, Percut Seituan.

Dan berikut beberapa Video Detik-Detik Saat Plaza Ramayana Aksara Medan Terbakar :






Kobaran api sempat disiram dengan menggunakan air, namun karena banyak kain di lantai dua, api semakin berkobar dan api pun menjadi sangat sulit untuk dipadamkan.

Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan:
loading...
Loading...