Beranda Sumatera Utara Asahan Satwa Dilindungi Ditemukan di Tempat Usaha Milik Pengusaha Game Zone

Satwa Dilindungi Ditemukan di Tempat Usaha Milik Pengusaha Game Zone

BAGIKAN
Jenis burung yang dilindungi di tempat usaha Robin. (foto : Heru Sihotang)

Asahan, SiantarKotaNews – Naas benar, sudah jatuh ketimpa tangga terkena siraman cat pula. Pepatah ini layak dialamatkan pada pengusaha game zone (permainan ketangkasan) disinyalir berkedok judi di Kota Kisaran bernama Robin, yang akhir pekan lalu digerebek Polda Sumatera Utara (Poldasu).

Aksi penggerebekan di Murai Zone terletak di Jalan Kartini, Kelurahan Kisaran Baru, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sabtu (11/6/2016), berlanjut penggerebekan penjualan satwa jenis burung yang diduga dilindungi.

Usaha jual beli burung yang berdampingan dengan game zone di bangunan ruko berlantai 5 dan berdampingan ini diketahui milik Robin. Hal ini membuat Poldasu melakukan pemeriksaan usaha jual beli satwa dan berhasil menemukan beberapa jenis burung dilindungi.

Satwa jenis burung yang dilindungi diantaranya  bayan sebanyak 2 ekor, nuri merah kepala hitam 1 ekor dan beo nias 25 ekor. Itu merupakan hewan yang tidak boleh dipelihara, apalagi dijualbelikan dengan sembarangan.

Hal ini dibenarkan Kasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Kisaran, J. Dalimunthe, Selasa (14/6/2016). Pihaknya meminta Poldasu untuk mengidentifikasi hasil dugaan adanya jual beli satwa yang dilindungi milik Robin tersebut, sehingga menemukan tiga jenis burung tersebut.

Dalimunthe menuturkan, Senin (13/6/2016) burung tersebut dibawa ke Balai Gakum di Medan. Selanjutnya Selasa (14/6/2016) sekira pukul 22.00 WIB, pihaknya juga membawa semua burung dagangan milik Robin. Ini dilakukan setelah diketahui pemilik usaha game zone dan jual beli burung itu kabur. “Tujuan pengamanan burung itu untuk kita rawat di Taman Hewan Pematangsiantar milik Rahmat Shah. Burung burung itu sudah dalam keadaan tidak terawatt, bahkan banyak yang sakit,” paparnya.

Ada pun jenis burung yang diamankan sesuai data, yakni burung makau 6 ekor , kenari 4 ekor, nuri 6 ekor, rio rio 1ekor, jalak suren 2 ekor, poksai 1ekor, jalak hongkong 1 ekor, jala kerbau 2 ekor, parkit australia 1ekor, love bird 8 ekor, murai daun 36 ekor, cuca biru 1 ekor, murai batu 2 ekor, siri siri 6 ekor, kacer 31 ekor, kapas tembak 13 ekor, panca warna 1 ekor, ayam mutiara 5 ekor, ayam peasen 8 ekor dan anak monyet jenis berok.

Lanjut Dalimunthe sesuai Undang – Undang (UU) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor 5 Tahun 1990, serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun  1999 tidak dibenarkan dipelihara, serta didagangkan untuk tiga jenis satwa burung yang dilindungi tersebut.

Sementara itu pihak Poldsu yang berada di tempat penggerebekan, dengan jabatan  Kasubdit Tipiter yang tidak berkenan menyebutkan namanya, terkait ancaman hukuman kepada Robin, tak mau berkomentar. “Robin saja sudah kabur,” ujarnya mengakhiri.(heru/hetanews)

Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan:
loading...
Loading...