Beranda Sumatera Utara Asahan Razia Cipta Kondisi Polres Asahan Temukan Softgun

Razia Cipta Kondisi Polres Asahan Temukan Softgun

BAGIKAN
Polisi menunjukkan senjata softgun yang ditemukan dalam Razia Cipta Kondisi Polres Asahan. (foto : Heru Sihotang)

Asahan, SiantarKotaNews – Razia cipta kondisi kendaraan bermotor dilaksanakan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) depan Polres Asahan Jalan Ahmad Yani dan pepan Makam Pahlawan Jalan Sudirman, Sabtu (18/6/2016) pukul 22.00 WIB hingga 01.00 WIB atau Minggu (19/6/2016).

Razia Cipta Kondisi Tahun 2016 ini  Polres Asahan menurunkan 100 orang personil dengan tim gabungan dari Satlantas, Sabhara dan Intel. Dalam razia itu ditemukan senjata api (senpi) air softgun merek Pyton 357.

Kabag Ops Polres Asahan, Kompol P Hutahaean menutukan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka cipta kondisi keamanan di bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Tujuan memberikan kenyaman dan keamanan pada masyarakat, serta mengantisipasi dugaan peredaran narkoba maupun barang ilegal.

Dia menjelaskan, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia, khususnya warga Sumatera Utara menggunakan Pelabuhan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai sebagai tempat ‘pendaratan’. Lanjutnya, saat saat menjelang Idul Fitri banyak warga Sumatera yang pulang dari perantauan melintasi Jalinsum yang berada di Asahan yang umumnya warga Siantar, Tebingtinggi, Medan dan Banda Aceh.

Bahkan warga Pulau Jawa yang transit melalui Pelabuhan Teluk Nibung untuk melanjutkan perjalanan ke Bandara Kualanamu menuju kampung halamannya. Sehingga dugaan barang ilegal dapat masuk melalui Pelabuhan Teluk Nibung yang dibawa para TKI.

“Dalam razia itu kita menemukan satu pucuk senpi jenis air softgun rmerek  Pyton 357. Beberapa mobil yang kita lakukan pemeriksaan banyak TKI yang telah mudik, namun belum ada barang ilegal ditemukan begitu juga dengan narkoba,” sebut Hutahean.

Sebelumnya pantauan hetanews sekira pukul 22.45 WIB, satu unit mobil jenis sedan nomor polisi (nopol) BK 1529 DM diperiksa dan petugas menemukan softgun. Pemiliknya mengaku bernama S Nababan warga Kota Tanjung Balai.

“Senjata ini mau saya bawa ke Medan untuk membeli gas SO2 nya,” sebut Nababan sembari menujukan surat klub shooting Bhayangkara miliknya sebagai bukti ijin menggunakan senjata tersebut.

Namun tim Reskrim terpaksa menggiring pemilik dan barang bukti senpi  ke Mapolres Asahan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan bus angkutan umum Karsima yang membawa penumpang para TKI.(foto : Heru Sihotang)

Razia Cipta Kondisi ini juga memeriksa bus angkutan umum bermerek Karsima membawa 16 orang penumpang TKI asal Malaysia. Dari pemeriksaan tidak ditemukan barang yang dicurigai ilegal.

Hanya saja para TKI ini dibebankan ongkos yang tak wajar. Biasanya  ongkos dari Tanjung Balai – Medan pada umumnya rata – rata Rp 50 ribu, namun para TKI ini membayar ongkos mencapai Rp 150 ribu per penumpang.

“Kami dipungut ongkos Rp150 ribu,” ujar Karyadi salah satu TKI yang  hendak pulang ke kampung halamannya di Kota Tebingtinggi.(heru/hetanews)

Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan:
loading...
Loading...