Beranda Simalungun Calon Pangulu Sempat Bingung Urus SKCK

Calon Pangulu Sempat Bingung Urus SKCK

8
BERBAGI
Kasat Intelkam E Sibuea memberikan penjelasan pada calon pangulu. (Foto : Dani)

Simalungun, SiantarKotaNews – Sejumlah calon pangulu (kepala desa) di Kabupaten Simalungun sempat kebingungan dalam mengurus berbagai persyaratan, salah satunya Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Seperti terpantau hetanews, kemarin, di Mapolres Simalungun, Pematang Raya. Para calon pangulu datang untuk mengurus SKCK sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan digelar pada 6 Agustus 2016.

Namun para calon pangulu ini sempat multi tafsir mengenai pengurusan SKCK harus dilakukan di Polres Simalungun. Sementara itu diketahui beberapa calon sudah mengurus SKCK di Polsek sesuai dengan domisili mereka masing – masing.

Hal ini membuat mereka (calon pangulu) memadati ruang min SKCK Polres Simalungun. Ini karena adanya informasi jika pengurusan SKCK itu wajib dilakukan di Polres bukan Polsek.

Kasat Intelkam Polres Simalungun AKP E Sibuea memberikan penjelasan pada para calon pangulu mengenai pengurusan SKCK tersebut. Menurutnya, sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 18 Tahun 2014, jika pihak Kepolisian tingkat Polres maupun Polsek berkewenangan mengeluarkan SKCK.

Sibuea menuturkan, pihaknya sudah berkordinasi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Nagori (BPMN) Kabupaten Simalungun, Iman Nainggolan.agar mengeluarkan surat himbauan dalam pengurusan SKCK, sesuai dengan Perkap Nomor 18 Tahun 2014, jika Polsek juga berwenang mengeluarkan SKCK sesuai dengan ketentuan dan lengkap sejumlah persaratannya, termasuk membayar PNBP sebesar Rp 10 ribu.

“Namun untuk biaya sidik jari yang dikeluarkan Sat Reskrim dan surat rekomendasi bebas narkoba Sat Res Narkoba itu tanggung jawab para calon pangulu,” sebutnya.

Usai mendengarkan penjelasan itu, para calon pangulu akhirnya membubarkan diri.(dr/hetanews).